Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 – Kementerian Kesehatan telah menginformasikan sudah ada pasien positif virus corona atau COVID-19 yang meninggal. Lantas bagaimana mengurus jenazah tersebut? berikut ini beberapa informasi yang didapatkan berdasarkan hasil edaran dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Silahkan disimak :

Pasien Covid 19

Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19

  • Pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
  • Jenazah pasien Covid-19 ditutup dengan kain kafan/bahan dari plastik (tidak dapat tembus air). Dapat juga jenazah ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar
  • Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, kecuali dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam

Shalat Jenazah Pasien Covid-19

  • Untuk pelaksanaan salat jenazah, dilakukan di Rumah Sakit Rujukan. jika tidak, shalat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh dan melakukan disinfektasi setelah shalat jenazah
  • Shalat jenazah dilakukan segera mungkin dengan mempertimbangkan waktu yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari 4 jam Shalat jenazah dapat dilaksanakan sekalipun oleh 1 (satu) orang

Penguburan Jenazah Pasien Covid-19

  • Lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum, dan berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat
  • Jenazah harus dikubur pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter
    Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah

Demikian tahap-tahap dalam pengurusan jenazah pasien Covid-19, semoga bermanfaat.

Sumber : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI