Sejarah Bunga Tulip di Belanda

Sejarah Bunga Tulip di Belanda – Bunga Tulip yang indah ini selalu tumbuh di tempat-tempat yang tinggi, namun di negeri Belanda yang secara geografis merupakan negara yang sebagian besarnya berada di bawah permukaan laut ini bisa menghadirkan beberapa spesies dari bunga tulip, padahal bunga tersebut hanya bisa tumbuh di dataran tinggi. Ko bisa ya?

Sejarah Bunga Tulip di Belanda
Sejarah Bunga Tulip di Belanda

Ternyata, Belanda telah merancang sebuah system yang menyediakan drainase ketika datangnya musim dingin. Hampir di seluruh wilayah pantainya dikelilingi saluran drainase untuk menarik kelebihan air secara cepat. Sehingga air-air tersebut mengalir melalui kanal yang kemudian menuju laut. Negara Belanda yang ketinggiannya di bawah permukaan air laut, tidak biasa membuat kanal air yg mengalir menuju tanggul yg tingginya di atas permukaan sekitar.

[ Ikuti Festival Tulip di Eropa bersama Rabbani Tour ]

Bisa disimpulkan bahwa tanaman Tulip bukanlah bunga asli asal Belanda. Seperti halnya produk-produk lainnya yang ada di Eropa Barat, seperti tembakau dan kentang, Tulip yang ada di Belanda didatangkan dari belahan dunia lain. Tanaman Tulip tersebut pertama kali muncul di dataran Asia Tengah, terutamanya di Armenia, Persia dan juga Kaukasus. Dari wilayah inilah bunga Tulip menyebar ke berbagai daerah-daerah yang berada di sepanjang Laut Hitam, melewati wilayah Mediterania hingga sampai ke negara Cina.

Sejarah Bunga Tulip

Bunga Tulip berasal dari negara Turki, Kata ‘Tulip’ diambil dari bahasa Turki, yaitu Tulben yang artinya “sorban”, itu hanya sebagian fakta yang dipercayai oleh kebanyakan warga Belanda. Adapun bunga Tulip yang berada di Belanda sekarang ini merupakan Tulip yang dikembangkan juga dibudidayakan yang berasal dari bagian Rusia, sekitar Laut Hitam, Crimea dan Stepadi utara Kaukasus. Tulip pertama kali diperkenalkan ke Eropa pada tahun 1500-an, ketika itu masih di bawah kekuasaan Turki Utsmani.

Sebelum tulip mencapai Eropa, tanaman tersebut merupakan bagian dari sejarah budaya di Persia. Menurut pakar di bidangnya mereka percaya bahwa Turki telah membudidayakan tanaman tersebut dari sejak abad ke-10 Masehi. Di tahun 1100, Tulip digunakan untuk inisial Alkitab Italia. Di abad ke-12, Omar Khayam telah menulis puisi yang berkaitan dengan Tulip. Kemudian di abad ke-13, Rumi yang seorang penyair dan Sufi dari Turki telah menyebutkan tulip di dalam banyak syairnya. Tulip menjadi sangat populer di masa pemerintahan khalifah Sulaiman (memerintah di tahun 1520-1566) yang merupakan zaman keemasan dan keagungan kekuasaan Utsmani, wilayah kekuasaan tersebut membentang dari Tripoli sampai Teluk Persia dan juga meliputi Hongaria. Sebagian orang menyebut kurun waktu itu sebagai “Abad Tulip.

Ogier Ghiselainde Busbecq yang menjabat sebagai duta besar Austria di masa pemerintahan Raja Ferdinand I untuk Turki pertama kali menjumpai tulip. Dia merupakan orang Barat pertama yang menyebutkan keberadaan tulip secara tertulis. Pada pertengahan 1500-an, ia pulang dengan membawa koleksi biji dan bunga tulip ke Wina, lalu memberikannya kepada beberapa temannya yaitu Carolus Clusius, merupakan seorang pakar perkebunan.Ahli botani. Carolus Clusius (1526-1609) telah mendapatkan pengakuan besar dalam karyanya yang berupa tanaman obat di Praha dan Wina. Pada tahun 1593, ia juga diangkat sebagai kepala botani di universitas Leiden Belanda.

Pada musim gugur 1593, Carolus Clusius dibantu oleh Cluyt, merupakan seorang ahli botani yang terampil juga, telah mencoba menanam beberapa biji tulip di Leiden dan memperkenalkan tulip ke Belanda. Sehingga Belanda menjadikan hari tersebut sebagai kelahiran bunga tulip mereka dan menobatkan Carolus Clusius sebagai tokoh kunci sejarah keberadaan tulip di Eropa. Darisanalah asal muasal industri tulip yang sekarang dikembangkan di negara tersebut.

[ Saksikan Festival Tulip di Turki ]

Clusius mencoba untuk bereksperimen agar bisa menghasilkan variasi warna baru bunga tulip. Kemudian ia membudidayakan tulip dengan cara  mengkombinasi warna baru. Tulip dengan variasi baru, elegan juga mempunyai warna yang cerah menjadi barang yang sangat popular dan harganya pun begitu mahal. Clusius melihat nilai tulip dari perspektif karya ilmiah. Ia pun menolak untuk berbagi pengetahuan tersebut dan tidak menjajaki untuk menawarkan tulip varian baru secara komersial. Sebagian orang berpendapat untuk menjadikan penemuan tersebut agar dikomersilkan dan menghasilkan uang. Sehingga mereka mencoba untuk mendapatkan beberapa benih tersebut untuk kemudian mengolah dan menjualnya. Namun Clusius tetap menolak permintaan tersebut.

Sejarah Bunga Tulip di Belanda
Sejarah Bunga Tulip di Belanda

Yang akhirnya beberapa orang frustrasi dan mencoba mencuri sejumlah koleksi tulip karya Clusius. Tindakan tersebut dianggap kemungkinan awalnya pertumbuhan industry tulip di Belanda. Dengan keahlian orang Belanda dalam hal tumbuh-tumbuhan dan didukung oleh keterampilan bisnisnya menyebabkan industri tulip tersebut berkembang dan dapat diekspor. Sampai sekarang ini industry tersebut telah mempekerjakan ratusan orang dan menjadi penghasil utama devisa untuk negaranya.

Tidak diketahui secara pasti tulip yang pertama ditanam dan dibudidayakan di Leiden, karena sebagaimana kita ketahui orang-orang Turki sudah lebih awal membudidayakannya ketika zamannya Sultan Suleiman. Dengan begitu bisa diasumsikan bahwa tidak semua varietas tulip merupakan spesies yang sebenarnya, dikarenakan ada kemungkinan besar tulip karya Clusius merupakan hasil persilangan dari bibit tulip Turki.

Sejarah Bunga Tulip di Belanda
Sejarah Bunga Tulip di Belanda

Dari sejak tahun 1600-an, budidaya Tulip menjadi bidang komersial yang perlahan-lahan terus tumbuh di Leiden dan Harlem, daerah yang sekaligus menjadi wilayah utama budidaya. Pada awalnya persedian tulip sangatlah langka. Orang-orang kaya sangat berambisi untuk memilikinya. Dengan demikian Tulip menjadi sebuah symbol di masyarakat, bahwa hanya orang bangsawan dan pedagang kayalah yang hanya bisa membelinya.

Dalam sumber lain disebutkan bahwa Belanda bukanlah negara pertama yang tertarik dalam hal budidaya tulip. Ternyata negara lainpun tertarik untuk membudidayakannya, diantaranya; Prancis, negara yang juga terobsesi akan keindahan tulip di awal abad ke-17, pada saat perempuan menggunakannya sebagai produk fashion. Praktek tersebut berlangsung sampai sekitar tahun 1615, tetapi tulip di Paris ketika itu harganya sebanding dengan berlian. Dari utara Perancis, timbul gairah akan tulip dan menyebar secara alami hingga ke Belanda.

Ketika terjadi Perang Dunia ke II, ketika itu Nazi yang menduduki Belanda dan Jerman melakukan isolasi & blokade, sehingga terjadi kekurangan pangan. Untuk bertahan hidup saat itu orang Belanda makan dengan biji-biji tulip. Dikabarkan sebanyak 18.000 orang telah meninggal dikarenakan kelaparan dan mengalami kekurangan gizi selama musim dingin terjadi pada tahun 1944-1945 tersebut.

[ Berikut Itinerary TURKEY TULIP BLOSSOM ]

Untuk sekarang bunga Tulip telah berkembang menjadi hampir 3.000 varietas dan menjadi sangat populer di seluruh belahan dunia. Tulip yang berwarna merah menjadi warna yang paling populer, sementara “Queen of the Night” merupakan varietas tulip yang paling terkenal, tulip tersebut berwarnakan ungu, tulip tersebut pertama kali diperkenalkan pada tahun 1944, masa di mana budidaya tulip didominasi dengan warna hitam.

Demikian paparan mengenai Sejarah Bunga Tulip di Belanda semoga bermanfaat. Saksikanlah festival bunga Tulip di Eropa bersama Rabbani Tour.

You might also like More from author