Masjidil Haram dan Ka’bah – Al-Qur’an menyebut Ka’bah dengan beberapa nama yaitu: Ka’bah, Bakkah, Baitullah, Al Bait, Al Bait Al Atiq, Baitul Haram, dan Qiblah. Jika kita berbicara mengenai sejarah Masjidil Haram, tentu termasuk juga Ka’bah di dalamnya dan juga kota Mekkah sebagai permulaan dari keberadaannya.

Dahulu Mekkah hanya berupa hamparan kosong. Sejauh mata memandang, hanya pasir tandus membentang. Panas menyengat jika siang, dingin yang menusuk jika malam datang. Hamparan gurun yang tidak ada sama sekali kehidupan. Ketika Nabi Ibrahim as datang beserta istrinya, Siti Hajar dan anaknya Ismail ke daerah tersebut, kemudian Allah SWT menciptakan sumber kehidupan yaitu mata air atau sumur Zamzam. Aliran Zamzam mengubah wilayah tandus itu menjadi sebuah tempat munculnya peradaban baru dunia Islam. Orang-orang dari seluruh pelosok dunia berdatangan ke Mekkah dan kehidupan pun mulai berkembang.

Masjidil Haram dan Ka’bah

Masjidil Haram dan Ka’bah

Kini Berziarah ke Kota Mekkah dan Sekitarnya bukanlah hal sulit, menunaikan ibadah Umroh, menapaki jejak-jejak Sejarah Islam dalam Wisata Halal Muslim, atas izin Allah SWT, Rabbani Tour – Sahabat Anda Menuju Baitullah – telah memberangkatkan ribuan orang ke Baitullah dan berwisata Muslim ke berbagai Negara.

Masjidil Haram dan Ka’bah

Nabi Ibrahim as lalu datang kembali menjumpai anak dan istrinya, kemudian beliau mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk meninggikan dasar Ka’bah di tempat tersebut. Tempat Ka’bah tersebut persis di tempat Ka’bah lama yang pernah didirikan oleh Nabi Adam as namun Ka’bah lama hancur dikarenakan tertimpa banjir bandang di zaman Nabi Nuh. Nabi Adam merupakan Nabi yang pertama kali mendirikan Ka’bah.

Masjidil Haram dan Ka’bah

Masjidil Haram dan Ka’bah

Pada tahun 1500 SM Ka’bah didirikan kembali oleh kedua manusia yang sholeh juga taat, Nabi Ibrahim as beserta anaknya Nabi Ismail as. Ka’bah tersebut didirikan Nabi Ibrahim dari bebatuan bukit Hira, Qubays dan tempat lainnya. Dari hari ke hari bangunan Ka’bah semakin tinggi, dan akhirnya selesai dengan panjang 30-31 hasta, lebar 20 hasta. Bangunan awal Ka’bah tidak dipakaikan atap, hanya empat tembok persegi dan dipasangkan 2 pintu.

Masjidil Haram dan Ka’bah

Masjidil Haram dan Ka’bah

Pada salah satu celah di sisi Ka’bah diisi oleh batu hitam besar yg dikenal sebagai Hajar Aswad. Batu ini tersimpan baik di bukit Qubays ketika terjadinya banjir bandang pada masa Nabi Nuh. Batu Hajar ini sangat istimewa karena batu tersebut diberikan oleh malaikat Jibril. Sampai saat ini jutaan Muslim dari seluruh dunia mencuim batu tersebut ketika berhaji, ini merupakan sebuah perilaku yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Setelah Ka’bah selesai pembangunannya, Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk menyeru seluruh umat manusia untuk berziarah ke Ka’bah yg didaulat sebagai Rumah Tuhan. Inilah awal mula haji, ibadah akbar yang dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Hingga sampai hari ini, Ka’bah tidak pernah sepi.

Masjidil Haram dan Ka’bah

Masjidil Haram dan Ka’bah

Ketika itu Ka’bah tidak memakai atap dan bertembok rendah, sekitar 2 meter, sehingga barang berharga yg tersimpan di dalamnya sering kali dicuri. Bangsa Quraisy merupakan pengendali atas Mekkah sejak ribuan tahun setelah kematian Nabi Ibrahim as berinisiatif untuk mengadakan renovasi bangunan ka’bah. Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy adalah orang yg pertama kali merobohkan Ka’bah dan kemudian membangunnya kembali dengan bangunan yg baru.

Ketika Nabi Muhammad belum diangkat menjadi Rasul, banjir besar melanda di sekitaran Ka’bah yang kemudian dilakukan perenovasian ulang. Namun terjadi perselisihan diantara keluarga kaum Qurays mengenai siapakah yang layak untuk memasukan kembali Hajar Aswad ke tempat semulanya. Disinilah Rasulullah Saw berperan besar, beliau meminta ke 4 suku untuk mengangkat Hajar Aswad secara bersama-sama dengan menggunakan sepotong kain. Ide tersebut berhasil menghindarkan dari terjadinya perpecahan dan pertumpahan darah di kalangan bangsa Arab.

Pada tahun 692 M, Ka’bah direnovasi besar-besaran. Sebelum renovasi, posisi Ka’bah terletak di ruang sempit terbuka di tengah masjid yg sekarang dikenal dengan Masjidil Haram. Di akhir tahun 700-an, tiang kayu masjid diganti dengan bahan Marmer dan sayap-sayap masjid diperluas juga ditambahkan menara. Renovasi dilakukan karena melihat umat Islam semakin berkembang dan jamaah haji semakin banyak yang datang dari seluruh jazirah Arab dan sekitarnya.

Masjidil Haram dan Ka’bah

Adapun ukuran Ka’bah dan sekitarnya sebagai berikut:

Tinggi Ka’bah dari dasar 15 meter
Lebarnya pada arah pintu Ka’bah 11,58 meter
Lebar pada bagian Hijr Ismail 10,22 meter
Lebar antara Hijr Ismail dan Rukun Yamani 11,93 meter
Lebar antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad 10.13 meter
Tinggi dasar Ka’bah dari tanah 2,00 meter
Panjang pintunya 2,00 meter
Letak Hajar Aswad dari tanah 1,50 meter
Luas Hijr Ismail 18,34 meter
Antara Ka’bah dan makam Ibrahim 11,10 meter

 

Masjidil Haram dan Ka’bah

Masjidil Haram dan Ka’bah

Diameter Ka’bah yang disebutkan di atas merupakan ukuran yang sekarang, dibangun oleh Sultan Murad, Seorang sultan dari kerajaan Paket Tour Turki [Wisata Muslim Turki]” class=”aalmanual” target=”_blank” href=”https://rabbanitour.com/turki/”>Turki Usmani. Kota Mekkah pernah mengalami banjir lagi pada tanggal 20 sya’ban 1039 H yg mengakibatkan runtuhnya bangunan Ka’bah. Dari sejak tahun 1040 H hingga hari ini, Ka’bah belum pernah diubah bentuk juga ukurannya. Sejak awal mula dibangun hingga tahun 1039 H, Ka’bah telah mengalami renovasi bangunannya sebanyak 10 kali, berikut rinciannya:

  1. Pembangunan yang dilakukan oleh Malaikat
  2. Pembangunan yang dilakukan oleh Nabi Adam as
  3. Pembangunan yang dilakukan oleh Nabi Syits
  4. Pembangunan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan putranya ismail
  5. Pembangunan yang dilakukan oleh Amaliqah
  6. Pembangunan yang dilakukan oleh Kabilah Jurhum
  7. Pembangunan yang dilakukan oleh Qushai bin Kilab
  8. Pembangunan yang dilakukan oleh Kabilah Quraisy
  9. Pembangunan yang dilakukan oleh Abdullah bin Az-Zubair 65 H
  10. Pembangunan yang dilakukan oleh Al Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqafi 74 H
  11. Pembangunan yang dilakukan oleh Sultan Murad Al Utsmani 1040 H
  12. Pembangunan yang dilakukan oleh Khadimul Haramain Asy Syarifudin Fahd bin Abdul Azis 1417 H

Al Bukhari dalam tarikhnya menjelaskan bahwa jarak pembangunan Ka’bah yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Quraisy (di masa Nabi Muhammad Saw) sekitar 2645 tahun. Sedangkan jarak dari Al Hajjaj dengan Sultan Murad berjarak 966 tahun.

Masjidil Haram dan Ka’bah

Renovasi Ka’bah dari tahun ke tahun

  • Pada tahun 1570, Sultan Selim II dari Ustmaniyah (Ottoman) menunjuk seorang arsitek yg bernama Mimar Sinan untuk melalukan renovasi Masjidil Haram dengan penambahan lantai atas dan kubah dengan khiasan kaligrafi yang indah.
  • Pada tahun 1629, Sultan Murad IV melakukan renovasi dinding Ka’bah dan Masjidil Haram yang ruksak diakibatkan banjir di tahun 1621-1629. Juga melakukan penambahan selasar dasar dan dibangun 3 menara (sehingga total 7 menara) serta ditambahkan lantai marmer.
  • Pada tahun 1955 dan 1973, di bawah kerajaan Saudi dilakukan renovasi dengan penambahan 4 menara, langit-langit diperbaiki dan penambahan lantai marmer, memasukan Al Safa dan Marwa ke dalam kawasan masjid.
  • Pada tahun 1988 – 2005, masih dilakukan raja Saudi yang menambahkan Menara dan perluasan area jamaah shalat, membuat 18 pintu masjid, 3 kubah dan 500 tiang marmer.

Pada masa pemerintahan Raja Abdul Aziz bin Saud, Masjidil Haram diperluas dan bisa menampung 48.000 jemaah, sementara Masjid Nabawi ( diperluas dan bisa menampung 17.000 jemaah. Kemudian pada masa pemerintahan Raja Fadh di tahun 1982, Masjidil Haram diperluas kembali dan dapat menampung satu juta jamaah. Renovasi ketiga yang selesai di tahun 2005, yang telah disebutkan di atas.

Masjidil Haram dan Ka’bah

Masjidil Haram dan Ka’bah

Saat ini di masa kepemimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz dilakukan renovasi keempat yang sedang berlangsung dan akan berakhir di tahun 2020. Masjidil Haram diperluas 35%, dengan kapasitas luar masjid dapat menampung 800.000 – 1.120.000 jamaah, adapun dalam masjid dapat menampung hingga 2,5 juta jamaah.

Demikian paparan singkat mengenai Masjidil Haram dan Ka’bah. Segera daftarkan dan dapatkan PROMO UMROH HEBAT [Hemat dan BersahaBAT] + CAIRO MESIR hanya 23 JUTA.

 

Shares
INNOVATION.
2017 (C) All rights reserved.